Minggu, 10 Mei 2015

SALAHKAH AKU MENCINTAIMU?

http://e-tiw.blogspot.com/

Jika cinta adalah sebuah kesalahan lantas mengapa melalukan itu berulang kali. Apakah aku bisa mencintaimu dengan kesalahanku ini. Setiap hari aku selalu bertanya pada diriku apakah aku salah mencintaimu meskipun kamu tak pernah mengetahuinya. Maaf, dan apakah ini juga kesalahan lagi saat aku mencintaimu dengan caraku ini. Iya aku hanya bisa mencintaimu dengan diam, menyelipkan namamu ketika ku bersujud, tangisku selalu ada untukmu, lalu aku akan bersikap seolah tak ada apa-apa di hadapanmu. Apa sandiwaraku cukup hebat?

Tahukah kamu? Melihatmu setiap hari saja sudah cukup bagiku apalagi saat aku memiliki kesempatan untuk duduk bersamamu, belajar denganmu, dan menatapmu lebih jelas lagi. Saat kamu bersamaku apakah kamu tidak merasakannya? Sedikit saja, aku berikan kamu materi untuk belajar dan berusaha menyalinnya supaya kamu bisa membaca. Apa kamu anggap itu semua sebagai perhatian seorang teman. Saat kita bersama ada kalanya aku sedih dengan pernyataanmu kenapa aku harus mendengarkannya. Aku tidak ingin mendengarnya dan seolah bahwa kamu masih sendiri. Disaat kamu diejek oleh teman-teman kamu selalu mengatakan sudah memiliki pujaan hati. Benarkah?? Aku harap itu hanya sandiwaramu. Aku mendengar jika itu kakak kelas kita yang selalu kau like fotonya dan jika itu aku seolah kamu tidak pernah melihatnya bisakah kau menyukainya sebagai seorang teman sekelas. Nampaknya aku tak pernah ada padamu. 

Kali ini aku tidak muluk-muluk hanya ingin menjadi teman curhatmu saat kamu merasa lelah, saat kamu merasa semua orang tuli. Bahuku selalu tersedia untukmu. Hanya itu bisakah? Tak apa jika kamu menceritakan wanita lain, tak apa kau menyukai selain aku, setidaknya saat kau terjatuh aku ingin selalu ada untukmu. Mimpi! Bertegur sapa di kelas saja rasanya canggung. Apalagi kamu harus berbagi urusan pribadimu. Nomor teleponmu saja aku mencuri dari temanku. Pengecut sekali diriku, lantas apakah aku berani mengirim pesan singkat hanya sekedar basa-basi. Tidak, tidak sama sekali lebih baik aku diam dan menyimpannya saja dan berharap suatu hari kamu bisa mengirim pesan singkat untukku. 

Jika cinta memang sebuah kesalahan mengapa saat melihat yang lain aku merasa bahwa cinta bukan kesalahan melainkan anugerah yang berjalan mulus hanya tinggal bagaimana mereka menjalaninya. Tetapi cintaku selalu saja sebuah kesalahan, iya salah jatuh pada seseorang tak pernah mengerti dan akupun salah bagaimana cara aku mencintainya. Aku yang selalu memikirkan perasaanmu tanpa pernah mengasihani diriku sendiri. Aku terlalu rapi menyembunyikannya sampai kau tak mengetahui bahwa dibelakangmu pemujamu sangat hebat. Aku pemujamu yang selau menunggu sebuah keajaiban hingga kamu tersadar atau tangan cinta Tuhan yang mengulurkan bantuan. Setiap hari aku di dekatmu iya sangat dekat tapi kamu tak pernah anggap aku. Hanya bisa menatap dari jauh, memperhatikan setip gerik langkahmu, dan ketidakmungkinanku yang selalu aku semogakan.

Jika Tuhan selalu memaafakan kesalahan hambanya, lantas saat kelak kamu tahu apakah kamu akan seperti Tuhan?. Semoga, tetapi jika sandiwara ini berakhir dengan kamu mengetahui apakah kamu akan ada untukku atau kamu akan menjauh? Tidak! Tetaplah seperti ini saat ini aku hanya mengharap uluran tangan Tuhan. Menjengkelkan sekali jatuh hati ini disisi lain aku ingin kau tersadar disisi lain aku tak ingin ini terbongkar. Mungkin karena aku wanita iya wanita yang termindset wanita ditakdirkan untuk menunggu dan bukan pemula yang baik terkecuali wanita yang sudah menghiraukan harga diri dan reputasi demi seseorang yang ia cintai. Aku terlalu pemalu sebagai yang memulai untuk mengatakan perasaan.

Seseorang mencintai dengan cara yang berbeda aku mencintamu dengan seksama selalu kamu menjadi prioritas utama. Menjadi bodoh karena tak bisa menguatarakannya saat dunia berkata cinta itu indah katanya. Itu kata orang yang terbalaskan cinta. Akupun tahu bagaimana kamu membalas jika aku terlalu rapi menyembunyikannya. Tuhan segeralah akhiri semua ini aku hanya ingin melihat bagian akhir garis tanganmu.
Rangkaian kata yang tertulis atas apa yang kurasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar