Senin, 27 Oktober 2014

Launcher CooeHomeS3

Launcher ini sangat cocok untuk Hp Galaxy Young dan Hp Hp android yang lainnya. Karena tampilannya yang minimalis dan tidak neko-neko.
Wallpapernya pun sangat beragam seperti bawaan S3. Tetapi launcher ini dapat di dikmati hp android apa saja. Silahkan dicoba dan didownload.
http://www.4shared.com/mobile/ii8fAb8jce/comcooeelauncherS3.html


Rabu, 22 Oktober 2014

CERPEN REMAJA - Rumus Cinta



RUMUS CINTA
Jadi anak otak kanan itu senang tapi ya ada sedihnya juga, bahagia deh rasanya kalau otak kanan dan otak kirinya jalan. Ya Kiren adalah anak bertipe otak kanan yang selalu saja membenci rumus-rumus. Sebegitu bencikah Kiren? Ya, begitulah. Kiren selalu saja mendapatkan nilai dibawah KKM setiap mapel yang berhungan dengan rumus.
 Teettt...tettt....tettt.... bel masuk berbunyi. “Sial aku belum mengerjakan PR” ungkap Kiren sambil berjalan memasuki kelas. “Ren udah ngerjain PR belum?” tanya Caca. Mereka itu senasib sepenanggungan sama-sama benci dengan yang berhubungan angka. “Belum ca, gimana nih aku nggak bisa ngerjainnya”. “ Udah tenang aja kaya udah nggak biasa aja kita nyontek.” Ungkap Caca sambil tersenyum. Merekapun segera meminjam buku temannya yang pintar Matematika.  Setiap pelajaran Kiren selalu mempehatikan apa yang diterangkan oleh gurunya, tapi entah kenapa jika berhubungan dengan angka dia selalu saja tidak bisa menangkap dengan baik. Itulah yang menjadi masalah Kiren bahkan dia pernah melakukan Les private tapi hasilnya sama saja. Setiap pelajaran Matematika Kiren selalu ingin cepat-cepat jam belajar berakhir. “Baik pertemuan hari ini kita cukupkan saja, minggu depan kita ulangan” ucap ibu Dila guru Matematika. Kiren paling takut dengan kata Ulangan apalagi itu Matematika. Kiren menghampiri Putri  “Put besok, aku ketempat kamu ya?”. “Mau ngapain Ren? “Aku mau belajar Matematika, bolehkan?” tanya Kiren dengan penuh harap.”Gimana ya Ren, sebenarnya aku enggak bisa tapi ya sudahlah. Hari mingu ya jam 09.00” Kiren mengangguk dan mengucapkan terima kasih kepada Putri.
Hari Rabu Kiren datang ke rumah Putri bersama Caca yang notebene sama-sama benci dengan rumus. Mereka pun belajar dengan serius agar nilai ulangan mereka bisa diatas KKM. Walaupun mereka membenci yang berhubungan dengan angka tetapi mereka tetap bertanggung jawab sebagai seorang pelajar karena tugasnya adalah belajar. Setelah Kiren pulang dari rumah Putri, Kiren melanjutkan untuk belajar  dan menghafalkan rumus. Karena yang Kiren yakin Usaha keras itu takkan menghianati.
Hingga hari yang dinanti telah tiba,”Ayo anak-anak masukan buku kedalam tas masing-masing!”. Keadaan kelas mulai berjalan kondusif, Kiren mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Ulangan selesai, Kiren khawatir jika nilainya jelek namun satu hal yang membuatnya bangga adalah Kiren tidak pernah mencontek saat ulangan walaupun Kiren tidak bisa mengerjakannya. Setelah hasil ulangan dibagikan Kiren merasa deg degan, setelah dilihat hasil ulangannya Kiren kecewa dan sedih. Caca pun merasakan hal yang sama usahanya tidak membuahkan hasil yang memuaskan.
Kiren sesampainya di rumah mengintrospeksi diri, apa yang membuat dia seperti ini. “Kiren bertanya-tanya kenapa harus aku? Kenapa yang lain bisa tapi aku tidak? Aku benci rumus aku benci rumus!! Kenapa harus ada Matematika dan Fisika pelajaran yang membosankan dan menggerogoti kepalaku” ungkap Kiren penuh kesal. Kiren merasa frustasi dan kecewa tidak ada semangat lagi di dalam diri Kiren. Dia menyadari bahwa rasa takutnya pada rumuslah yang akan menghancurkan semua cita-cita Kiren, Kita tidak akan bisa hidup tanpa menghitung dan yang paling Kiren ingat adalah Matematika dan Fisika adalah pelajaran yang akan di UNkan nanti. Seperti batu yang terus terkikis oleh air, keegoisannya dan rasa bencinya mulai surut. Hingga dia berjanji akan bersungguh-sungguh untuk belajar Matematika dan Fisika jika dia bisa mendapatkan nilai 100 maka dia akan sujud syukur di depan teman-temanya. Gadget di ranjang tempat tidur berdering, sebuah pesan dari seseorang yang Kiren sukai. “Ren, gimana nilai kamu?” sontak dia merasa sedikit bahagia karena sang pujaan hati sms. Tyo yang berparas tampan, tinggi, putih, dan pintar dalam segala bidang yang menjadi idam-idaman setiap perempuan untuk hal mata pelajaran tentu saja hal yang mudah. Kiren membalas bahwa dia akan menceritakannya saat hari Minggu di taman kota.
Kiren menunggu Tyo di taman akhirnya Tyo memenuhi janjinya, Kiren pun menceritakannya semua yang dialaminya tanpa rasa malu. Tyo memberi saran dan memberi semangat supaya Kiren belajar bersama dia sepulang sekolah. Sempat Kiren menolak karena dia pernah Les private namun hasilnya sama saja. Namun satu hal yang dia yakini bahwa usaha keras itu tidak akan menghiantai. Berkat Tyo, orang yang disukainya dia mengiyakan tawaran Tyo. Hatinya berdegub kencang seakan dihempaskan ke awan karena Tyo orang yang disukainya  selama satu tahun perhatian dengannya. Sepulang sekolah Kiren selalu datang ke rumah Tyo untuk belajar sesekali bersama Caca. Tyo adalah seseorang yang sabar dan pengertian terhadap Kiren. Lambat laun secara mengalir Kiren mulai menyukai rumus-rumus yang menjengkelkan itu, yang membuat kepala orang meledak.
Seiring berjalannya waktu, karena seringnya intensitas pertemuan diantara mereka Tyo mulai jatuh hati pada Kiren. Lain lagi dengan Kiren yang sudah menyukai Tyo dari setahun yang lalu. Hingga pada akhirnya saat mereka berjanji untuk bertemu di taman kota Tyo mengungkapkan perasaannya kepada Kiren. Bagaikan siang bolong tak ada angin tak ada hujan  tersambar petir , Kiren tidak percaya jika Tyo menyatakan perasaannya. Kiren merasa bahagia dengan pipi yang memerah dia menerima cinta sang pujaan hatinya yang dia idam-idamkan.
Hari kamis dahulu adalah hari yang dibenci oleh Kiren ya tentu saja apalagi jika bukan karena pelajaran yang dia benci. Namun saat ini berbalik 1800  Kiren sangat bersemangat untuk ulangan hari ini. Hari ini adalah pembuktian dan penilaian atas apa yang telah Kiren lakukan selama ini. Kiren merasa sangat optimis dan percaya diri mengerajkan soal tersebut, bahkan dia tidak merasa kesulian saat mengerjakannya. Setelah jam istirahat siswa berkerumunan melihat nilai hasil ulangan. Caca tidak menyangka bahwa teman semejanya, Kiren  mendapatkan nilai sempurna. Sontak menghebohkan satu kelas dahulu Kiren jika ulangan Matematika dan Fisika selalu mendapatkan nilai dibawah KKM sekarang dia mendapatkan nilai sempurna. Kiren yang tidak percaya saat diberitahu Caca dia menghampiri papan pengumunan dan melihat hasil jerih payahnya selama ini. “Aaaaa...... aku dapat 100 Ca, aku senang banget. Ya Allah terima kasih” Kiren langsung memenuhi nadzarnya tanpa ragu dia sujud syukur dihadapan anak-anak yang sedang mengerumuni papan pengumunan. Semua teman-teman memberi ucapan selamat pada Kiren. “Wah... aku bisa les sama kamu dong Ren” ucap Caca menggoda Kiren.
Seperti hari-hari biasa, Kiren datang ke rumah Tyo, Kiren sangat bersemangat untuk memberi tahu kabar baik ini kepada pacarnya. “Tyo, maaf dan terima kasih ya” ucap kiren dengan nada lirih “Maaf? Makasih untuk apa Ren, kamu kenapa sih?” . “Maaf telah merepotkanmu selama ini, dan terima kasih karena kamu sudah mau membantu aku dalam belajar selama ini. Karena nilai ulangan aku hari ini mendapatkan nilaisempurna” jawabnya penuh kebahagiaan. “Iya, Ren sama-sama.” Namun disaat kabar bahagia ini datang kabar tdak baik datang dari Tyo. Tyo memberitahu kepada Kiren kalau dia akan pindah ke Bandung. Kiren merasa sedih karena sebentar lagi dia akan jauh dari orang yang dia sayang. Mungkin hari ini adalah hari terakhir Kiren bersama Tyo karena esok Tyo akan pindah. Tyo memberikan sebuah bungkusan kecil sebagi ucapan selamat dan kenang-kenangan yang berisi kalung. Kiren dengan mata berkaca-kaca dan dia tidak bisa menahannya hingga tangis pecah dalam pelukan Tyo.Tyo memakaikan kalung pemberiannya ke Kiren. Tyo berjanji bahwa dia tidak akan melupakan Kiren meski dalam hubungan jarak jauh.
Setelah kepergian Tyo ke Bandung Kiren merasa kehilangan seseorang yang dia sayang. Hari-hari dilaluinya tanpa sesosok Tyo yang perhatian dan baik hati. Karena jarak yang memisahkan mereka, hubungan mereka menjadi renggang karena komunikasi yang tidak baik. Hingga pada akhirnya mereka tidak pernah berkomunikasi satu sama lain. Kiren sangat sedih kehilangan seseorang yang berjasa dalam hidupnya, dia berharap suatu hari nanti dia akan bertemu kembali dengan Tyo. Berkat Tyo Kiren menyukai pelajaran yang dia benci, dia telah mengubah mindsetnya yang dulu beranggapan bahwa Matematika dan Fisika itu sulit. “Terima kasih Tyo kamu tidak akan aku lupakan meski ragamu terpisah jauh tapi aku tahu kamu pasti masih mengingatku. Aku berharap kita bisa betemu lagi, dan aku sadar bahwa apa yang kita benci adalah apa yang harus kita sukai. Dengan cinta itulah butiran kerikil yang tajam akan sirna jika kita berusaha. Ya usaha keras itu tidak akan menghianati meskipun peluh menetes membasahi jiwa ini. Tuhan tidak akan menciptakan anggota tubuh manusia jika tidak berguna, karena pada dasarnya otak kanan dan otak kiri adalah saling melengkapi satu sama lainnya. Tergatung bagaimana kita menyikapinya” Sebuah tulisan yang ditulis dari hati yang paling dalam oleh Kiren.